banner gd utama copy

Webinar Nasional Brawijaya Accounting Fair (BAF) 2020 “Akuntan Tangguh Menuju Society Pasca Era Kenormalan Baru”

BAF, Accounting, Webinar

Brawijaya Accounting Fair (BAF) 2020 kali ini berlangsung dengan nuansa yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Walaupun tidak bisa bertatap muka secara langsung, tentunya tidak menyurutkan minat dan antusiasme 333 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia dalam mengikuti webinar nasional ini. Mengusung tema “Akuntan Tangguh Menuju Society Pasca Era Kenormalan Baru”, beberapa pembicara hebat diundang untuk memeriahkan BAF 2020 dengan membawakan pokok perbincangan menarik tentang pandemi COVID-19 hingga dampaknya yang membawa profesi akuntan sekarang ke Era Revolusi Industri 5.0.

Elisabeth Imelda SE.,M.Ak.,CPA sebagai pemateri pertama mengangkat isu ”Audit dalam Masa Pandemi COVID – 19”. Menurutnya, adanya pandemi membuat seorang akuntan harus dapat memahami bagaimana pandemi Covid-19 mempengaruhi manajemen dan implikasi apa saja yang ditimbulkannya. Selain itu, seorang akuntan juga tidak boleh melupakan prinsip sebagai auditor walaupun keadaan sekarang memaksa akuntan untuk berubah dan berdaptasi sesuai dengan kondisi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 ini. Tak lupa, kemampuan yang dibutuhkan saat ini adalah bagaimana seorang akuntan dapat memprediksi dan juga menganalisis kondisi sekarang untuk akhirnya mengambil langkah mitigasi ke depan dengan lebih baik serta meminimalisir risiko bagi perusahaan.

Materi kedua yang bertajuk “Transformasi Akuntan Menuju Society 5.0: Skill dan Pengetahuan yang Perlu Dipersiapkan Akuntan agar Bisa Beradaptasi di Era Society 5.0” dibawakan oleh Avi Wulandari SE Ak, CA, CPA, ASEAN CPA, CPA (Aust), BKP. Beliau menyampaikan bahwa konsep atau ide Society 5.0 ini pertama muncul di Jepang, melanjutkan dari revolusi industry 4.0 di mana saat ini tidak hanya teknologinya saja yang diutamakan, melainkan konektivitas antara manusia dengan teknologi juga perlu dianggap penting. Sehingga, seorang akuntan perlu lebih aktif dalam ilmu dan praktik mengenai teknologi dan skill-skill yang mendukung, terutama skill problem solving. Untuk menambah peran sebagai akuntan, sertifikasi juga diperlukan untuk menambah value diri sebagai akuntan di mata para klien.

BAF, Accounting, Webinar

Materi selanjutnya yang menjadi materi terakhir sekaligus menutup webinar BAF 2020 kali ini dibawakan oleh Abdul Ghofar DBA., Ak., CPMA., CA yang berjudul “Kurikulum Akuntansi di Era Revolusi Industri 5.0”. Menurut beliau, kunci bagi suatu negara agar negara tersebut dapat maju terletak pada pendidikan para pemudanya. Terlebih saat ini merupakan era di mana intangible asset lebih berharga daripada tangible asset. Selain itu, seorang akuntan dituntut untuk memiliki kelincahan atau intuisi terutama dalam mengamati apa yang sedang terjadi saat ini dan mengaitkan dengan apa yang akan terjadi di masa depan. Karena akuntan saat ini tidak hanya menjadi book keeper saja, namun juga menjadi penyedia insight data, penasihat, user teknologi, yang nantinya akan berkembang ke area-area baru. Tak lupa, beliau menambahkan bahwa literasi yang dibutuhkan saat ini adalah literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia.  —(AAP)