Keberhasilan kembali ditorehkan oleh delegasi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (JAFEB UB) dalam Olimpiade Akuntansi Nasional yang digelar oleh Universitas Atma Jaya Yogyakarta bertajuk “ATMAJAYA YOGYAKARTA SUPREME ACCOUNTING COMPETITION  (ASAC) 2014”. Tim UB3 (Octadila, Ninda, dan Elis) berhasil menjadi Juara 1 dan Tim UB1 (Arga, Nadia, Rahadian) berhasil meraih Juara 3 dalam ASAC 2014.

Kompetisi yang digelar selama 19-21 Maret tersebut mengadu ketahanan berpikir para tim peserta dalam 9 babak perlombaan. Babak pertama dimulai dengan Leave Me Alone yang merupakan satu-satunya babak yang menguji kemampuan individu peserta lomba, kemudian dilanjutkan dengan babak kedua Freedom of Choice, tim peserta mengerjakan soal pilihan ganda. Poin dari kedua babak tersebut diakumulasikan dengan Babak ketiga Guest It yakni pengerjaan teka-teki silang, untuk menentukan 8 tim yang lolos dalam tahan Penyisihan I. Perlombaan kembali dilanjutkan dengan Babak ke 4 yakni Raise Me Up, tim menjawab pertanyaan essay yang ditampilkan dalam slide dengan mengangkat papan jawaban. Babak ini merupakan penentu untuk lolos ke 6 besar semifinalis ASAC 2014. Sayangnya, dari 3 tim delegasi hanya 2 tim yang lolos menuju semifinal.

Babak 5 dimulai dengan I Trust You Friends, di mana tiap individu dalam tim mengerjakan soal yang sama secara berurutan dengan mengestafetkan lembar jawaban untuk dilanjutkan pengerjaannya oleh individu ke 2 dan ke 3. Babak 6 adalah I Challenge You. Pada babak ini 2 kelompok bersaing menjawab 24 soal untuk membentuk five straight. Poin dari dua babak ini akan diakumulasikan untuk menuju 4 besar. Kedua tim UB yang masih tersisa berhasil lolos 4 besar.

Perlombaan masih dilanjutkan pada babak 7 Accounting Marathon, yakni menjawab 10 pertanyaan dengan poin progresif (20,40,60,..,200) jika benar maka poin bertambah senilai poin soal yang berhasil dijawab namun jika salah maka poin dikurangi setengah dari poin soal yang dijawab salah.

Pada babak ini tim UB 3 yang terdiri dari Octadila Laily Anggraeni, Ninda Ayu Wiranti, dan Elis Nur Rohma nyaris tidak bisa melaju ke babak final karena menjawab salah di soal-soal awal hingga poin minus 110 namun, Alhamdulillah pada soal terakhir dengan poin 200 tim UB 3 bisa menjawab soal dengan benar sehingga tetap memimpin poin dengan skor 90. Hal inilah yang membuat tim UB 3 berhasil melaju ke babak 2 besar setelah poin Accounting Marathon diakumulasikan dengan babak 8 The Seeker yakni menjawab studi kasus menggunakan Bahasa Inggris. Sayangnya tim UB 1 yang terdiri dari Arga Widyatmoko, Nadia Damayanti, dan Rahadian Prayogo Utomo menjawab salah pada lemparan soal pertama hingga mendapat poin minus 5 hingga mengurangi poin yang didapat pada babak 8 The Seeker. Tim UB1 masih belum beruntung karena hanya terpaut 5 poin dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) untuk melaju ke Babak Final (2 besar)

Babak 9 Give Me Reason merupakan babak terakhir penentu Juara 1. Tim UB 3 (Octadila, Ninda, dan Elis) berhadapan dengan Tim UKSW mempresentasikan tema yang telah ditentukan. Tim UB 3 mempresentasikan tema tentang “Kesiapan Indonesia Menghadapi AEC 2015” sedangkan Tim UKSW mempresentasikan tentang “Implementasi Environmental Management Accounting (EMA) di Indonesia. Presentasi dilanjutkan dengan pertanyaan oleh tim lawan dan tanggapan dari Dewan Juri yang berasal dari Dosen Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Tim Juri sepakat dengan solusi yang dipresentasikan Tim UB 3. Dalam rangka meningkatkan kesiapan Indonesia menghadapi AEC, Indonesia perlu melakukan pemerataan sekolah dan tenaga pendidik yang berkualitas di seluruh pelosok Indonesia sehingga terbentuk SDM-SDM Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing. Jika itu tidak dilakukan maka seluruh sumber daya Indonesia hanya akan dikuasai dan dieksploitasi oleh swasta atau bangsa asing yang berhasil masuk ke Indonesia hingga bangsa Indonesia sendiri tidak akan memiliki kedaulatan lagi di rumahnya sendiri.

Alhamdulillah, dan semoga akan semakin banyak lagi delegasi-delegasi JAFEB UB yang mengharumkan nama lembaga dan negara Indonesia. (Elis)