Antusiasme Mahasiswa Jurusan Akuntansi Angkatan 2018 dan 2019 dalam Mengikuti Pembekalan Program MBKM 2021

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan program yang ditawarkan Kemendikbud untuk memberikan invensi baru dalam dunia Pendidikan. MBKM terdiri dari banyak program yaitu diantaranya program magang bersertifikat, studi proyek independen bersertifikat ,kampus mengajar, dan lain-lain. Untuk memberikan informasi yang menyeluruh mengenai MBKM, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya memberikan pembekalan program MBKM bagi mahasiswa Jurusan Akuntansi FEB UB angkatan 2018 dan 2019 yang telah diterima pada program magang bersertifikat dan studi independen.

 

Yuk simak lebih lanjut materi pembekalan program MBKM 2021 mahasiswa jurusan akuntansi angkatan 2018 dan 2019 pada 18 Agustus 2021.

 

Pembekalan program MBKM 2021 diawali dengan penyampaian materi oleh Ibu Dr. Arum Prastiwi, M.Si., Ak dan Ibu Nurlita Novianti, SE., MSA., Ak mengenai hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengikuti program MBKM FEB UB 2021. Tempat magang menjadi informasi pertama yang disampaikan, terdapat perbedaan pilihan tempat magang bagi angkatan 2018 dan 2019. Hal tersebut dikarenakan seringkali perusahaan memiliki persyaratan batas semester tertentu untuk dapat mengikuti program magang. Setelah informasi tempat magang, mahasiswa/i harus memperhatikan bagaimana alur dari program MBKM. Pemahaman terhadap alur sangat penting agar meminimalisir kendala dalam mengikuti program MBKM. Jurusan juga memberikan informasi terkait alur pengajuan MBKM, alur memperoleh dosen pembimbing,alur konversi nilai, dan informasi terkait lainnya.

Setelah sesi penyampaian materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Mahasiswa/i sangat antusias dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang menarik. Diantaranya pertanyaan Adinda Farah (Angkatan 2018) “Apakah penyusunan skripsi masih dapat berjalan apabila saya juga sedang menempuh magang?” Adinda merupakan salah satu peserta MBKM 2021 program magang bersertifikat sebagai bagian departemen finance di Lazada. Pertanyaan tersebut dijawab oleh Ibu Nurlita “Sangat memungkinkan, misalnya skripsinya tidak sama dengan di tempat magang, tergantung dosen pembimbing skripsi dan dari mahasiswa. Namun, jika bisa mempermudah kenapa tidak sekalian mengambil dari topik tempat magang?”. Melalui jawaban tersebut, Ibu Nurlita menyampaikan bahwa agar mempermudah mahasiswa melakukan magang  dalam waktu bersamaan mengerjakan skripsi, maka disarankan topik skripsi yang dipilih sesuai dengan tempat magang.

Diharapkan dengan adanya pembekalan MBKM, mahasiswa/i yang menjalankan MBKM pada umumnya, dan program magang bersertifikat maupun studi independent bersertifikat  pada khususnya dapat memahami berbagai alur terkait dan hal apa saja yang harus diperhatikan dalam program MBKM 2021.