Jumat (5 Juni 2015) diselenggarakan seminar tentang Auditing Update Series dengan tema acara “Perkembangan Terkini Standar Internasional Akuntan Publik Berbasis ISA dan Paperless Based Audit”. Pemateri dalam acara tersebut adalah M. Yusuf Wibisana, M.Ec.Ak.CA, CPA., Partner PwC Indonesia sekaligus Ketua Dewan Standar Akuntansi Syariah Indonesia, dan Dosen Akuntansi Universitas Brawijaya. Peserta yang hadir dalam acara ini berjumlah lebih dari 150 orang yang berasal dari mahasiswa, dosen, dan kantor akuntan publik (KAP).

Acara ini diadakan dengan tujuan agar Kantor Akuntan Publik (KAP) dan pihak-pihak yang melakukan audit patuh pada International Standards on Auditing (ISA) dan Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK) yang meliputi tiga sektor utama yaitu Auditor, Appraiser, dan Actuaryst. Menurut M. Yusuf Wibisana, M.Ec.Ak.CA, CPA., sistem audit yang baik harus memenuhi quality controll terhadap perusahaan yang melakukan audit dan review terhadap laporan keuangan serta assurance lain.

Adapun aspek quality controll untuk seorang atau badan yang mengaudit laporan keuangan berdasarkan ISA 220, antara lain:

  1. Audit Methodology
  2. Expertise and Experiences of the Engagement Team
  3. Audit Infrastructure
  4. Consultation and Expert Involvement

Dalam acara tersebut dijelaskan gambaran umum mengenai siklus audit dan permasalahan yang sering terjadi dalam sistem audit yaitu Plan for Planning and Initial Procedur. Hal tersebut merupakan bagian awal yang penting dalam siklus audit, namun sering diremehkan oleh auditor sehingga berdampak buruk pada hasil akhir dari audit laporan keuangan perusahan. Acara tersebut juga menyimulasikan role play dari “kick off meeting (PWC) sebagai bagian dari Plan for Planning and Initial Procedur yang melibatkan partner leader, senior manager, associated manager, partner pajak, dan bagian IT. Sedangkan Paperless Based Audit tetap menggunakan Microsoft excel. (gde/mir)